KKN Internasional STIPRAM Kembali Banyak Diminati Mahasiswa

3 April 2023 Penting Terbaru
news-cover

STIPRAM Yogyakarta salah satu Perguruan Tinggi Pariwisata di Yogyakarta senantiasa fokus untuk meningkatkan kualitas dengan tetap mengimplementasikan program Merdeka Belajar-Kampus Merdeka (MBKM), yang telah digaungkan pemerintah beberapa tahun terkahir ini. Salah satu program yang mengakomodir MBKM di STIPRAM adalah program KKN Internasional yang telah dijalankan sejak sebelum pandemik hingga saat ini.

“KKN Internasional STIPRAM ini dikelola oleh Kantor Urusan Internasional (KUI) bekerjasama dengan LPPM STIPRAM dan Perguruan Tinggi Negeri di Thailand Selatan. Untuk saat ini program KKN Internasional sudah mencapai batch ke-4 dan dilaksanakan minimal 2 kali dalam setahun. Dursi program ini adalah 30 hari, yang meliputi proses persiapan dokumen, melaksanakan program kerja, hingga kepulangan dari luar negeri,” kata Ketua STIRPAM Dr.Suhendroyono.

Kegiatan yang dilakukan selama program KKN Internasional di desa wisata disesuaikan dengan program kerja yang dibuat oleh mahasiswa, seperti membatik di pot bunga, memasak makanan khas Jogja, mengajar Bahasa Inggris, mengajar menari tarian tradisional Indonesia, membuat kerajinan tangan, dan lain sebagainya. Selain itu, sebelum ke desa wisata, mahasiswa juga melakukan city tour dan hotel inspection di kota Phuket, Thailand Selatan untuk menambah wawasan dan pengalaman.

“Konsep dasar dari program ini adalah untuk membaur dengan warga setempat. Sehingga peserta program adalah warga setempat akan berinteraksi langsung dengan mahasiswa. Meskipun di Phuket belum banyak warga desa yang mahir Bahasa Inggris, mahasiswa akan dibantu oleh local tour guide untuk memudahkan komunikasi,” kata Wakil Ketua Dr. Damiasih.

Lebih lanjut Damiasih menyatakan, program KKN Internasional dapat terlaksana berkat Kerjasama dengan mitra perguruan tinggi di luar negeri yang memliki jaringan ke berbagai institusi dan desa wisata. Hal ini memungkinkan STIPRAM dapat bekerjasama dengan pihak-pihak tersebut dengan saling menguntungkan. STIPRAM menggunakan istilah Internastional Community Service Program, dalam hal ini supaya dapat mengakses banyak program lain. Seperti berkolaborasi dalam program pertukaran mahasiswa, workshop dan seminar.

“Kesulitan yang biasa dihadapi oleh peserta program ini adalah culture shock di hari pertama. Karena perbedaan makanan, gaya hidup, dan bahasa sehari-hari. Namun, mahasiswa akan dimbimbing oleh pendamping selama program KKN, sehingga sangat mudah untuk menyesuaikan diri. Mahasiswa program S1 Pariwisata dapat menentukan pilihannya akan KKN di dalam atau luar negeri. Sedangkan mahasiswa yang menentukan pilihannya mengikuti program KKN Internasional memliliki keuntungan, antara lain mendapatkan pengalaman secara internasional, mempunyai networking yang lebih luas, mendapatkan sertifikat, mengunjungi tempat-tempat wisata, dan dapat dijadikan bahan untuk menulis tugas akhir mahasiswa,” kata Dr. Damiasih.



Berita Terkait